| Written by Muh. Khamdan |
| Friday, 17 June 2011 11:41 |
| Jika memang masih menginginkan Pulau Jawa tidak semakin menyempit karena abrasi dan naiknya permukaan air laut sebagai pengaruh pemanasan global, maka mewujudkan kembali keseimbangan vegetasi kawasan pesisir mendesak untuk dilakukan. Manusia boleh saja membangun infrastruktur fisik seperti pemecah gelombang (breakwater), penahan gelombang, dan sejenisnya yang menelan dana ratusan miliar, bahkan triliunan rupiah, tetapi semuanya hanya dalam hitungan waktu karena sejatinya alam mesti dilawan dengan kearifan lingkungan yang baik. Saat ini kenyataan rusaknya kawasan pesisir khusunya Pantai Utara Jawa bagian barat jelas menjadi bukti kalahnya teknologi manusia mengatasi keganasan alam. Hal ini dapat dilihat dari bangunan penahan gelombang laksana benteng yang bernilai puluhan miliar di Pantai Dadap, Indramayu, mulai hancur. Kenyataan serupa juga melanda di sepanjang Pantura Barat dari Cirebon sampai Bekasi yang bahkan kerusakan konstruksinya terjadi setiap tahun. Dan tentu biaya untuk memperbaikinya kembali menghabiskan dana miliaran. Untuk itulah gagasan membentuk “Mangrove Center” rasanya semakin mendesak dan perlu mendapatkan dukungan. Sebagaimana di Jawa Barat, sekitar 96,95 persen kawasan hutan mangrove di pantai utara Jawa Tengah juga mengalami pengrusakan, baik dalam status rusak sedang maupun berat. Hal itu disebabkan adanya alih fungsi lahan untuk tambak, permukiman, industri, pengembangan pariwisata yang tidak berbasis konservasi, serta adanya penebangan liar, sebagaimana dikemukakan Sri Puryono Karto Soedarmo, dalam desertasi berjudul ’’Pelestarian Kawasan Hutan Mangrove Berbasis Masyarakat di Pantai Utara Provinsi Jateng’’ pada 2009 yang lalu. Vegetasi pesisir berupa mangrove dalam aspek biologis merupakan tempat berpijahnya udang, ikan, dan kepiting. Adapun untuk aspek kimiawinya mampu menyerap polutan. Untuk itu, jika hutannya gundul maka polutan dari udara maupun daerah hulu tidak bisa lagi dinetralisir karena ketiadaan fungsi hutan yang menghasilkan oksigen dan CO2 serta menyerap polutan-polutan lain. Dalam upaya mewujudkan kelestarian hutan mangrove harus disusun grand design rencana pelestarian atau tata ruang pesisir yang memperjelas zonasi pesisir dan kelautan, yaitu zona inti, konservasi, penyangga, serta pemanfaatan. Rencana pelestarian ini perlu didukung adanya peraturan daerah tentang pesisir, karena setelah diberlakukannya UU Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah justru mempercepat eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan secara besar-besaran yang akhirnya meninggalkan prinsip-prinsip keselamatan lingkungan. Perubahan besar yang telah dibawa oleh UU tersebut adalah bahwa sekarang wilayah daerah provinsi terdiri dari wilayah daratan dan wilayah lautan sejauh dua belas mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas pada arah perairan kepulauan dari yang semula hanya daratan. Sedangkan kewenangan daerah kabupaten atau kota di wilayah laut adalah sejauh sepertiga dari wilayah laut provinsi (pasal 18 ayat 4). Hal ini jelas akan berdampak pada kerusakan bio-fisik dan memberikan tekanan yang cukup besar terhadap kesejahteraan masyarakat yang telanjur menggantungkan pemanfaatan sumber daya alam berbasis bahari jika tidak diimbangi adanya Perda tentang pesisir dan kelautan. Misalnya pengembangan sebuah pantai, tidak bisa digunakan sebagai lahan pembangunan hotel dan bungalow karena masyarakat justru kehilangan khasanah dan ruang publik. Daerah pantai harus diperuntukkan bagi rekreasi pantai, taman, dan hutan pantai, baik sebagai cagar alam maupun hutan wisata. Mengacu pada UU Nomor 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, perlu dijaga adanya kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteeraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Sudah ada 10 daerah di Indonesia yang telah melaksanakan kebijakan dan program pengelolaan daerah pesisir dengan membuat Perda tentang pesisir sesuai dengan karakteristiknya masing-masing, seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kota Waringin timur, Kabupaten Maros, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Bitung (Kompas, 27/2/07). Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, menargetkan bahwa Perda pengelolaan wilayah pesisir pada akhirnya dapat diberlakukan di 15 Provinsi dan 42 kabupaten atau kota pesisir sebagai lokasi penjabaran marine coastal resources management. Dalam kaitan dengan perwujudan good governanve, perwujudan konsep open government yang mengakui public right to participate dalam pembentukan kebijakan publik, masyarakat perlu mengawasi dan ikut andil dalam kendali kebijakan dalam Perda pesisir tersebut. Perlu adanya sinkronisasi sistem perencanaan, pemanfaatan sumberdaya pesisir, serta pengendalian pemberian ijin. Selain itu, perlu pula adanya kejelasan tentang konservasi, mitigasi bencana, jaminan lingkungan, dan upaya pemberdayaan masyarakat pesisir. Seperti diketahui bahwa semenjak diberlangsungkannya Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference) di Manado pada 11-15 Mei 2009, Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan bentangan pesisir yang panjang dan luas mesti sudah mempersiapkan skenario pengelolaan kelautan dan perikanan serta keanekaragaman hayati yang berkelanjutan secara lintas sektoral. Selain itu, perkembangan kepedulian terhadap lingkungan dipengaruhi oleh kampanye Albert Gore bersama Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) yang menyebarluaskan pengetahuan mengenai perubahan iklim akibat perbuatan manusia. Di satu sisi, ada yang menyatakan fokus terhadap kehutanan, ada juga yang cenderung fokus pada kelautan. Melalui pola demikian, Indonesia harus mampu berperan sebagai pemimpin dalam dua sisi sekaligus karena lingkungan alam yang mencakup hutan dan laut. Terlebih pemerintah Indonesia telah mengalihkan utang luar negeri dari Amerika Serikat untuk konservasi alam (dept for nature) sebesar 70 juta euro atau lebih dari 70 miliar. Sebelum persoalan lain di balik skema pengalihan utang terjadi, mesti diantisipasi adanya persoalan kelembagaan yang efektif agar ke depannya tidak terdapat tindak “akal-akalan” menyangkut potensi yang dimiliki hutan di daratan maupun di pesisir dan pulau kecil di tengah lautan. Pemaknaan ini bisa diperkuat dengan kejelasan tiga klausul, yaitu tentang pengelolaan kawasan, pengaturan usaha pertambangan atau penambangan, dan status kawasan. Secara sederhana yang diperlukan adalah kepastian adanya delik kesadaran untuk mengembangkan potensi serta menjaga aset yang ada agar tetap milik daerah atasnama masyarakat. Semakin terkikisnya wilayah pesisir Pantai Utara Jawa karena abrasi jelas akan menghilangkan aset masyarakat dan daerah. Karena itu, mangrove center beserta Perda tentang pesisir di daerah-daerah pesisir mendesak diwujudkan. Untuk itulah perlu gerakan bersama dari dunia kampus untuk mengkampanyekan hal tersebut demi kelestarian ekosistem pesisir utara Jawa. Muh. Khamdan Peneliti Paradigma Institute & Peserta Program Kajian Agama dan Perdamaian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta |
Sabtu, 06 Agustus 2011
Mendesak Mangrove Center dan Perda Pesisir
Kamis, 07 Juli 2011
samar...
Angin nakal tak lagi bermain dalam anggunnya,
Riak ombak tak lagi bersenandung dalam desirnya,
Malam terbingkai kegelapan pekat mencekam,
Mungkin mereka galau,
Atau mungkin aku yang tengah galau?
Menari beriring untaian diksi dunia,
Siluet fana terlukis kuas-kuas para penguasa,
Aku hanya seonggok bongkahan es sang pemahat.
Dalam kebekuan aku melupakan nikmat-Nya,
Kepingan langit jatuh,
Seserpih ilalang layu dipenghujung senja,
Lengkungan cantik gradasi warna tak nampak ditengah hamparan jagat,
Badai sisakan retakan hati yang berserak,
Malam terlalu kelam,
Siang terlalu terik,
Penat menyeruak menembus batas kesesakan,
Bahagia samar di pelupuk mata.
Nusaiba Boarding House at July 7, 2011 02:32
tengah menghilangkan kantuk setelah terbangun dan tak berniat tidur lagi, tiba-tiba hanyut dalam hamburan kata ditengah senyap malam.
Riak ombak tak lagi bersenandung dalam desirnya,
Malam terbingkai kegelapan pekat mencekam,
Mungkin mereka galau,
Atau mungkin aku yang tengah galau?
Menari beriring untaian diksi dunia,
Siluet fana terlukis kuas-kuas para penguasa,
Aku hanya seonggok bongkahan es sang pemahat.
Dalam kebekuan aku melupakan nikmat-Nya,
Kepingan langit jatuh,
Seserpih ilalang layu dipenghujung senja,
Lengkungan cantik gradasi warna tak nampak ditengah hamparan jagat,
Badai sisakan retakan hati yang berserak,
Malam terlalu kelam,
Siang terlalu terik,
Penat menyeruak menembus batas kesesakan,
Bahagia samar di pelupuk mata.
Nusaiba Boarding House at July 7, 2011 02:32
tengah menghilangkan kantuk setelah terbangun dan tak berniat tidur lagi, tiba-tiba hanyut dalam hamburan kata ditengah senyap malam.
Minggu, 12 Juni 2011
Teruntuk ia yang kusayangi karena Allah..
Beberapa hari yang lalu mendapat sebuah kejutan dengan datangnya undangan dari seseorang yang begitu dekat dihati ini, seorang kakak yang senantiasa mengingatkanku saat aku tengah futur. Bahagia menyeruak mendengar kabar bahagia pernikahannya. aku dan 3 sahabat lingkaran cahaya dengan sigap berfikir apa yang akan kami berikan dihari indah itu. sampai akhirnya 2 hari sebelum hari itu tiba kami pergi ke sebuah supermarket untuk hunting kado. n u know what had been found by us? all of things with pink colour hehehehe... karena kami tau ia sangat menyukai warna lembut itu yang sangat identik dengan wanita...
sebelum membungkus kado, kami berinisiatif untuk menyelipkan surat cinta pengantar kado.tapi sayangnya aku sedang tidak konsen untuk membuatnya. huft... akhirnya ada pe-er tambahan deh hehe :D
setelah bertapa ( halah lebay haha.. ) ngga ding tanpa berfikir panjang saat adzan sambil menunggu antri wudhu iseng-iseng nulis ini yang akhirnya menjadi surat pengantar kado pink kami ^_^
Aku Mencintainya karena Allah
Hari ini berbeda,
bukan karena aku bergaun namun karena aku berjanji,
berjanji setia pada seseorang yang telah berjanji menjaga setiaku.
ia bukan pria berkuda putih,
namun kuharap ia berhati bersih.
bukan karena ia malaikatku,
tapi karena ia pilihan penciptaku.
wajahnya karya terbaik Tuhan dalam lukisan ketawadhuan,
aku menghormatinya bukan karena kehebatannya,
tapi karena ia pendampingku.
jemari ini tak lagi menyisakan ruang kosong,
langkah ini tak lagi sepasang kaki yang menghentak bumi,
hati ini tak lagi kepingan merah pekat.
jentikan tasbih melantun dalam irama beriringan,
melewati senja menyapa malam,
menghapus gundahku dengan sentuhan sapanya,
lenyapkan lelahku dengan senyumnya.
dalam keheningan cinta aku mengaguminya.
sosok nyata bayangan dalam sujud panjangku,
nama itu telah berhasil memintal asaku dalam angan,
melukis pelangi dalam indahnya hamparan langit.
menggores sejarah dengan tinta bening penuh ketulusan.
bersama seseorang yang kucintai karena Allah...
Nusaiba, 11062011 saat menanti selesainya kumandang adzan magrib teruntuk mbakku yang telah bersiap memasuki dunia baru dalam hidupnya
Alhamdulillah akhirnya dapat mengantarkan bingkisan kami secara langsung, berhubung kami semua sedang tidak memiliki banyak uang karena banyaknya agenda yang secara tidak langsung berhasil mengurangi jatah bulanan kami, maka kami memutuskan naik sepeda motor. sempet deg2an takut ditilang gara2 ga punya SIM, tapi ternyata Allah meridhoiku untuk pergi kesana tanpa ditilang, alhamdulillah sampai kos dengan selamat ^_^ ( tapi yang ini jangan ditiru yak hehehe)
sebelum membungkus kado, kami berinisiatif untuk menyelipkan surat cinta pengantar kado.tapi sayangnya aku sedang tidak konsen untuk membuatnya. huft... akhirnya ada pe-er tambahan deh hehe :D
setelah bertapa ( halah lebay haha.. ) ngga ding tanpa berfikir panjang saat adzan sambil menunggu antri wudhu iseng-iseng nulis ini yang akhirnya menjadi surat pengantar kado pink kami ^_^
Aku Mencintainya karena Allah
Hari ini berbeda,
bukan karena aku bergaun namun karena aku berjanji,
berjanji setia pada seseorang yang telah berjanji menjaga setiaku.
ia bukan pria berkuda putih,
namun kuharap ia berhati bersih.
bukan karena ia malaikatku,
tapi karena ia pilihan penciptaku.
wajahnya karya terbaik Tuhan dalam lukisan ketawadhuan,
aku menghormatinya bukan karena kehebatannya,
tapi karena ia pendampingku.
jemari ini tak lagi menyisakan ruang kosong,
langkah ini tak lagi sepasang kaki yang menghentak bumi,
hati ini tak lagi kepingan merah pekat.
jentikan tasbih melantun dalam irama beriringan,
melewati senja menyapa malam,
menghapus gundahku dengan sentuhan sapanya,
lenyapkan lelahku dengan senyumnya.
dalam keheningan cinta aku mengaguminya.
sosok nyata bayangan dalam sujud panjangku,
nama itu telah berhasil memintal asaku dalam angan,
melukis pelangi dalam indahnya hamparan langit.
menggores sejarah dengan tinta bening penuh ketulusan.
bersama seseorang yang kucintai karena Allah...
Nusaiba, 11062011 saat menanti selesainya kumandang adzan magrib teruntuk mbakku yang telah bersiap memasuki dunia baru dalam hidupnya
Alhamdulillah akhirnya dapat mengantarkan bingkisan kami secara langsung, berhubung kami semua sedang tidak memiliki banyak uang karena banyaknya agenda yang secara tidak langsung berhasil mengurangi jatah bulanan kami, maka kami memutuskan naik sepeda motor. sempet deg2an takut ditilang gara2 ga punya SIM, tapi ternyata Allah meridhoiku untuk pergi kesana tanpa ditilang, alhamdulillah sampai kos dengan selamat ^_^ ( tapi yang ini jangan ditiru yak hehehe)
Minggu, 05 Juni 2011
Innocence of Baby
Plg ke sukabumi menyempatkan singgah bersilaturahmi ke rmh saudara, dan sampailah di kdiaman nenekku yg jg kutemui bibiku (lilik,tante, atau whateverlah) dg bayi mungilnya. Huwaaa lucu, imut, innocent, manis, soft, calm, pokokmen melihatnya tidur menenangkan hati. So sweety...
Melihatnya terkurung dlm tmpat berjaring itu mmbwt tgn ini spontan mmbuka penutup itu. Membuka penutupnya hanya utk melihatnya lbih dekat. Smpai akhrnya dia menyadari ada denyut lain diruangan kamar mini itu.
Matanya kedip2 lembut, smpai ia bnar2 mlihat sesosok wjah brbalut krdung hijau (siapa lg klw bukan aku hehe)..
Aku disuruh liat doank? Oh tidak bisa... Akhrnya keinginan mengangkat muncul, menimang tubuh bungil bernyawa yg brumur 1,5 bln.
Hm... Wajah tak brdosa itu msih polos layaknya kain putih blm trnoda. Ketika memandang wajahnya hanya berharap orangtuanya akan mengajarkan ia menjadi insan brkepribadian muslim, lingkungan menanami benih2 kekuatan prjuangan, gurunya kelak menjadi sumber pemahaman yg dpt membawanya ke surga..
Ia tersenyum tiba2, ntah apa yg ada difikirnya, sprtinya ia memang sgt bahagia, hatinya blm terkotori, jiwanya suci, fikirnya jauh dr prasangka.
Subhanallah... Siapa yg mau jd bayi? Aku.. Aku.. Aku... (hadeuh... Hehe). Ya, if I can ask to God. I wanna turn back time n wanna be a baby anymore. Ingin meninggal dgn hati sebersih itu. But it's impossible to turn back the time. Huft..
Yg dpt diharapkan oleh orang2 seusia kita (berasa tua dah.. :D) adalah bgaimana kelak kita mendidik anak2 kita menjadi generasi Rabbani yg akan membawa kita ke surga. Mau? Ayo jd anak yg baik utk orgtua kita, brikan yg trbaik utk mereka, bhagiakan mereka, maka insyaAllah anak kita kelak yg akan membahagiakan kita, dan menjadi jalan tol menuju surga. Yuk ah fastabiqul khoirot alias berlomba2 dlm kebaikan dr sekarang, oke? Hm.. Sudahkah menjadi anak yg dpt membahagiakan org tua?Ayo perbaiki diri. Semangat!!! :)
29052011 14.57
at like earth alias sukabumi
:D
Melihatnya terkurung dlm tmpat berjaring itu mmbwt tgn ini spontan mmbuka penutup itu. Membuka penutupnya hanya utk melihatnya lbih dekat. Smpai akhrnya dia menyadari ada denyut lain diruangan kamar mini itu.
Matanya kedip2 lembut, smpai ia bnar2 mlihat sesosok wjah brbalut krdung hijau (siapa lg klw bukan aku hehe)..
Aku disuruh liat doank? Oh tidak bisa... Akhrnya keinginan mengangkat muncul, menimang tubuh bungil bernyawa yg brumur 1,5 bln.
Hm... Wajah tak brdosa itu msih polos layaknya kain putih blm trnoda. Ketika memandang wajahnya hanya berharap orangtuanya akan mengajarkan ia menjadi insan brkepribadian muslim, lingkungan menanami benih2 kekuatan prjuangan, gurunya kelak menjadi sumber pemahaman yg dpt membawanya ke surga..
Ia tersenyum tiba2, ntah apa yg ada difikirnya, sprtinya ia memang sgt bahagia, hatinya blm terkotori, jiwanya suci, fikirnya jauh dr prasangka.
Subhanallah... Siapa yg mau jd bayi? Aku.. Aku.. Aku... (hadeuh... Hehe). Ya, if I can ask to God. I wanna turn back time n wanna be a baby anymore. Ingin meninggal dgn hati sebersih itu. But it's impossible to turn back the time. Huft..
Yg dpt diharapkan oleh orang2 seusia kita (berasa tua dah.. :D) adalah bgaimana kelak kita mendidik anak2 kita menjadi generasi Rabbani yg akan membawa kita ke surga. Mau? Ayo jd anak yg baik utk orgtua kita, brikan yg trbaik utk mereka, bhagiakan mereka, maka insyaAllah anak kita kelak yg akan membahagiakan kita, dan menjadi jalan tol menuju surga. Yuk ah fastabiqul khoirot alias berlomba2 dlm kebaikan dr sekarang, oke? Hm.. Sudahkah menjadi anak yg dpt membahagiakan org tua?Ayo perbaiki diri. Semangat!!! :)
29052011 14.57
at like earth alias sukabumi
:D
Langganan:
Postingan (Atom)